Jumat, 21 Mei 2010

ANALISA BCG




ANALISA BCG

Teknik analisis ini berwujud matriks yang mencerminkan kajian “heterogen product”. Pada matriks ini diketengahkan pada berbagai “keputusan diagnostik” yang mengisyaratkan bahwa suatu perusahaan dapat mengalokasikan sumberdayanya pada berbagai produk dan atau jasa yang produktif.

Asumsi dasar yang mencangkup analisis BCG :
• Pangsa pasar suatu produk atau jasa relatif besar dan bisa menanjak secara pesat, umumnya cenderung dapat menghasilkan profitabilitas yang tinggi dan berada pada tingkat persaingan yang stabil.
• Sebaliknya bila suatu produk perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang lamban, upaya peningkatan pangsa pasarnya memerlukan biaya yang sangat besar. Dalam kondisi ini BCG menganjurkan supaya dana tunai yang didistribusikan untuk kegiatan usaha dapat disesuaikan dengan pengembangan pangsa pasarnya.
• Setiap perusahaan akan mengambil opsi strategi pertumbuhan pangsa pasar bila dapat memiliki keunggulan daya saing dan mempunyai uang yang cukup untuk pengembangannya.

PENJELASAN

•Pada Bintang, menggambarkan kondisi perusahaan yang pasarnya melesat, di samping itu pangsa pasarnya juga besar, sehingga perusahaan sangat mudah memperoleh dana tunai. Keadaan ini dapat memudahkan perusahaan melakukan investasi baru. Jadi, perusahaan yang berada pada posisi bintang mempunyai kemungkinan terbaik untuk mengembangkan investasinya.
•Pada Sapi perah, menggambarkan perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang rendah, tetapi mempunyai pangsa pasar tinggi. Kondisi ini masih memungkinkan rendahnya biaya (economies of scale) dan laba yang tidak maksimal. Implikasinya, biaya investasi ulang juga rendah bahkan bisa saja tidak ada. Dengan demikian dapat dikatakan perusahaan berada pada situasi yang apa adanya (tidak ekspansi).
•Pada Anjing, merupakan kondisi perusahaan yang pertumbuhan produk dan pasarnya rendah dan memiliki pangsa pasar yang juga rendah. Keadaan yang demikian dapat mengakibatkan laba perusahaan menjadi kecil. Untuk mempertahankan eksistensinya, perusahaan perlu adanya tambahan dana. Upaya meminimalkan resiko lain dengan cara perusahaan akan dilikuidasi.
•Pada Tanda tanya, yang mencerminkan kondisi perusahaan yang pangsa pasar produknya menanjak pesat, tetapi mempunyai pangsa pasar rendah. Keadaan seperti ini sangat buruk. Kebutuhan akan dana tunainya tinggi, tetapi pendapatannya rendah. Dalam kondisi pertumbuhan tinggi seperti ini, pangsa pasar akan lebih mudah ditingkatkan jika ada dana tunai dibandingkan dengan keadaan anjing, karena akan dapat berubah mencapai bintang kalau strategi ini dilaksanakan, maka dalam jangka pendek akan terjadi aliran kas keluar (cash out), dalam rangka pelunasan pangsa pasar. Harapannya, tentu dikemudian hari terjadi hal yang sebaliknya – aliran kas masuk (cash in). Jika rekayasa/mengubah usaha seperti itu gagal, sebagian aktivitas bisnisnya hendaknya dapat ditinggalkan.




maka dari data diatas dapat disimpulkan bahwa analisis BCG bertujuan mengembangkan keseimbangan antara berbagai portofolio produk. Posisi bintang dan sapi perahan dapat diharapkan akan mencapai omzet penjualan yang cukup besar. Sedang posisi tanda tanya relatif hanya sedikit dan posisi anjing sangat sedikit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar